Complex Calculation 2.0
Freeware Complex Calculation 2.0 dapat di download disini. Fitur baru yang ditambahkan adalah kemampuan konversi bilangan complex koordinat polar ke rectangular maupun sebaliknya.
Freeware Complex Calculation 2.0 dapat di download disini. Fitur baru yang ditambahkan adalah kemampuan konversi bilangan complex koordinat polar ke rectangular maupun sebaliknya.
ABSTRAK
Arester merupakan alat pelindung terhadap arus surja yang berfungsi melindungi peralatan sistem tenaga listrik dengan cara membatasi surja tegangan lebih yang datang dan mengalirkanya ke tanah. Sesuai denganfungsinya, yaitu arester melindungi peralatan listrik pada sistem jaringan terhadap tegangan lebih yang disebabkan petir atau surja hubung, pada umumnya arrester terpasang pada tiap ujung saluran transmisi tegangan tinggi, yang memasuki gardu induk, khusus untuk tegangan 500 KV arester digunakan untuk melindungi peralatan dari gangguan proses pensaklaran, karena tegangan yang masuk akibat pensaklaran tersebut dapat mencapai dua kali lipat dari tegangan nominal, yang disalurkan. Peralatan-peralatan pada gardu induk misalnya reaktor, masih dapat dilindungi dengan baik jika jarak arester dan peralatan masih dalam batas maksimum yang diijinkan yaitu 50 meter dengan toleransi (20 – 30) % antara tingkat isolasi dasar (BIL) dari alat yang dilindungi. [Read the rest of this entry...]
ABSTRAK
Sistem tenaga listrik sekarang ini tidak lagi berdiri sendiri karena melibatkan banyak pembangkit dan beban yang saling terinterkoneksi. Biaya produksi yang berbeda-beda dan kebutuhan beban yang berubah terhadap waktu mendorong pengoperasian sistem tenaga yang ekonomis dan handal. Persyaratan kehandalan untuk menjamin sistem tenaga dapat beroperasi dalam batas keamanan menjamin ketersediaan daya yang disuplai dari pembangkit hingga diterima di sisi beban tanpa mengalami masalah atau gangguan. Gangguan yang terjadi pada pembangkit akan mempengaruhi kondisi batas keandalan transmisi dari sistem yang terdiri dari beberapa buah bus atau lebih. Aliran daya dapat ditentukan dengan menggunakan metoda Newton Raphson yang digunakan sebagai analisa perhitungan untuk mendapatkan analisa probabilitas. Dari hasil analisa probabilitas tersebut, didapatkan nilai dari batas keandalan transmisi atau Transmission Reliability Margin ( TRM ) yang berkisar antara 0,029791307 sampai 0,051247924 untuk sistem 11 bus 11 saluran yang ada di Sumatera Barat.
ABSTRAK
Dalam pendistribusian tenaga listrik ke konsumen, konduktor yang digunakan biasanya dilapisi dengan isolasi, terutama untuk konduktor yang ditanam dalam tanah. Lapisan isolasi ini bertujuan untuk mencegah gangguan pada konduktor tersebut. Walaupun demikian, pada isolasi tersebut kemungkinan gangguan tetap ada seperti kebocoran isolasi yang diakibatkan kurang sempurnanya dalam proses pembuatan atau pengaruh kapasitansi. Akibat gangguan kebocoran isolasi ini akan menyebabkan berubahnya nilai parameter sistem seperti a, b, g, l, v, d, R, L, C, Ic, G, dan Z. Dari hasil perhitungan, didapat bahwa nilai parameter a dan G dari kabel saluran adalah konstan dengan nilai masing-masingnya a = 4643,6x106 (Np/m) dan G = 42,07x107 (É/m), sedangkan b, g, l, v, d, R, L, C, Ic, dan Z masing-masingnya berubah dari b = 6,586x1024 (Rad/m) menjadi b = 6,645x 1024 (Rad/m), dari g = 4643,6x106+j6,586x1024 (m-1) menjadi g = 4643,6x106 +j6,645x1024 (m-1), dari l = 9,535x10-25 (m) menjadi l = 9,451x10-25 (m), dari v = 4,768x10-23 (m/dtk) menjadi v = 5,198x10-23 (m/dtk), dari d = 0,0115 (m) menjadi d = 0,011 (m), dari R = 0,435×10-3 (W/m) menjadi R = 0,373x10-3 (W/m), dari L = 4,1x10-7 (H/m) menjadi L = 3,67x10-7 (H/m), dari C = 2x10-10 (F/m) menjadi C = 2,34x10-10 (F/m), dari Ic = 1,256x10-3 (A/m) menjadi Ic = 1,616×10-3 (A/m), dari Z = 31.847,07 (W) menjadi Z = 22.011,88 (W).
ABSTRAK
Hampir 90% industri menggunakan motor induksi untuk mendukung produksi mereka, karena motor induksi lebih ekonomis dan perawatan yang mudah. Untuk menjaga dan meningkatkan hasil produksi maka dibutuhkan kinerja yang baik dari setiap komponen, salah satunya menjaga kestabilan kecepatan motor induksi. Pada umumnya kendali kecepatan yang digunakan adalah sistem kendali klasik yaitu PID (Proporsional Integral
Derevative). Keandalan kendali PID tergantung kemampuan dalam menentukan konstanta PID (penalaan “ PID Gain”). Penalaan “PID Gain” biasanya dilakukan dengan pengalaman seorang ahli dengan metode coba-coba (Try Error), dan dilakukan penalaan ulang bila plant yang digunakan bertukar, oleh karena itu dirancang sistem kendali cerdas dimana secara otomatis dapat menentukan parameter-parameter kendali walaupun terjadi perubahan plant. Pengontrolan berbasis Logika Fuzzy (FLC) merupakan salah satu sistem kendali cerdas. Kombinasi antara PID berbasis FLC akan diperoleh sistem kendali cerdas dengan
kinerja pengontrolan yang sangat baik. Dalam proses pengotrolan ini data input dari sensor (tachogenerator) berupa tegangan dikondisikan oleh pengkondisi sinyal (ADC0809) dari besaran analog ke digital lalu diteruskan ke interface AT89S51. Melalui jalur serial (karena dengan serial pengontrolan dapat dilakukan dari jarak yang jauh). Dikirim ke komputer
(sebagai kontroler) dimana telah dirancang software PID berbasis FLC sebagai aksi kendali (data output) berupa besaran digital diolah kebentuk analog (tegangan) oleh DAC yang diteruskan kerangkaian daya. Maka dihasilkan kinerja yang baik dalam pengontrolan walaupun kita telah ubah-ubah nilai setpoint dari plant.
Download Link :
PENGENDALI KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA DENGAN TUNING KONSTANTA PID ( PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIVE ) BERBASIS LOGIKA FUZZY (unknown, 0 hits)
You do not have permission to download this file.