ABSTRAK

Tujuan dasar dari penjadwalan ekonomis adalah mengatur pengoperasian unit pembangkit dengan biaya seekonomis mungkin, namun tetap dapat memenuhi kebutuhan daya untuk beban. Pengoperasian pembangkit secara ekonomis dipengaruhi oleh karakteristik pembangkit, limit daya output pembangkit, biaya bahan bakar untuk mengoperasikan pembangkit, dan rugi-rugi transmisi dari pembangkit ke beban. Algoritma genetik digunakan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan ekonomis. Kromosom pada genetik algoritma ini terdiri dari pengkodean normalized incremental cost system. Total bit pada tiap-tiap kromosom tergantung pada berapa banyak unit pembangkit. Rugi-rugi saluran transmisi pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan koefisien rugi matrik B. Pengujian program dilakukan pada sistem 9 bus dengan 3 pembangkit dan pada sistem 30 bus dengan 6 pembangkit. Hasil pengujian dengan metode algoritma genetik ini dibandingkan dengan menggunakan MATPOWER 3.2.yang menggunakan metoda Optimal Power Flow. Dari hasil pengujian program untuk sistem 9 bus dengan beban yang terhubung ke sistem sebesar 315 MW didapatkan hasil terbaik biaya pengoperasian pembangkit sebesar 5320.59 $/h dan rugi-rugi saluran transmisi sebesar 4.496 MW, dengan MATPOWER, biaya pengoperasian pembangkit didapat sebesar 5296.69 $/h dengan rugi-rugi saluran transmisi sebesar 3.307MW. Untuk sistem 30 bus, beban yang terhubung ke sistem sebesar 189.20 MW. Hasil terbaik pengujian program untuk sistem 30 bus dengan metode algoritma genetik didapatkan biaya pengoperasian pembangkit sebesar 572.74 $/h dan rugi-rugi saluran transmisi
sebesar 1.968 MW, sedangkan dengan MATPOWER hasil yang didapatkan adalah 576.89 $/h dengan rugi-rugi saluran transmisi sebesar 2.860 MW.

Download Jurnal

Sistem distribusi adalah sistem tenaga listrik yang menyalurkan energi listrik dari pembangkit sampai ke konsumen dalam sekala tegangan menengah sampai dengan tegangan rendah. Dimana dalam penyaluran energi listrik diperlukan jarak yang cukup jauh dari GI (Gardu Induk) untuk sampai pada konsumen atau pelanggan, ditambah dengan dalam penyalurannya diperlukan arus yang cukup besar, sehingga terdapat regulasi tegangan yang cukup besar sepanjang saluran sampai menuju konsumen. Pada kenyataannya terdapat transformator distribusi yang jaraknya cukup jauh dari GI (Gardu Induk) sehingga terjadi tegangan jatuh (drop voltage) yang sampai pada sisi primer transformator distribusi lebih dari yang diijinkan. Oleh sebab itu diperlukan penataan ulang dari segi panjang saluran sistem distribusi primer dengan mengatur penempatan transformator distribusi agar kinerja transformator menjadi lebih baik.

Download Skripsi Ini

Sebagaimana kita ketahui, bahwa setiap instalasi PLN dan Industri sangat membutuhkan Transformator sebagai alat untuk mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi ataupun sebaliknya tegangan tinggi menjadi tegangan rendah. Panjangnya jaringan listrik PLN sudah barang tentu memerlukan banyak transformator dan peralatan lainnya dalam mendistribusikan tenaga listrik untuk melayani konsumen, Oleh karena itu kita harus mengelola dan mengetahui cara pemeliharaan transformator.

Download Skripsi Ini

Perkembangan sistem tenaga listrik yang pesat membutuhkan saluran transmisi tegangan tinggi, karena itu komponen – komponen pendukung saluran transmisi tersebut seperti isolator rantai menjadi sangat perlu diperhatikan dikarenakan fungsi dan kemampuannya dalam mengisolasi antara konduktor saluran bertegangan tinggi dengan kawat tanah. Isolator transmisi yang paling banyak digunakan adalah isolator jenis piring atau jenis clevis. Isolator jenis ini biasanya dipasang dalam jumlah rentengan. Didalam penentuan jumlah piring isolator biasanya tingkat kesulitannya terdapat pada perhitungan distribusi tegangan pada masing – masing piring isolator. Oleh karena itu, perhitungan distribusi tegangan pada isolator rantai menjadi penting dicermati dengan menerapkan metode perhitungan MATLAB.

Download Skripsi Ini

Sistem Interkoneksi Sumatera merupakan sistem tenaga listrik terinterkoneksi dari dua subsistem besar yakni subsistem Sumatera bagian utara (Sumbagut) dan subsistem Sumatera bagian Selatan-tengah (Sumbagselteng). Sistem Interkoneksi ini memanfaatkan daya yang berlebih pada suatu regional kemudian mengirimkannya pada regional lain yang mengalami defisit daya. Prinsip transfer daya antar regional ini mensyaratkan tie-line antar regional memiliki kapasitas daya yang besar dan ketahanan terhadap gangguan.
Gangguan hubung singkat tiga fasa merupakan gangguan yang terkait dengan waktu pemulihan. Waktu pemulihan terhadap gangguan yang masih mempertahankan generator agar tetap sinkron sehingga sistem masih stabil disebut critical clearing time. Critical clearing time ini bisa menjadi batas kestabilan transien. Generator akan kehilangan sinkronisasi jika critical clearing time ini lebih kecil dari setting rele yang ada. Setelah terjadi gangguan, tie-line harus masih bisa menyalurkan daya dalam nominal besar tanpa menyebabkan sistem mengalami kehilangan sinkronisasi. Batas daya maksimum yang masih bisa disalurkan tanpa menyebabkan sistem kehilangan sinkronisasi setelah terjadi
gangguan disebut transfer daya maksimum. Penentuan transfer daya maksimum dapat menjadi batas kestabilan transien dan parameter kapasitas transfer tie-line. Ketika suatu tie-line melewati nilai transfer daya maksimum ini, maka sistem akan menjadi tidak stabil.

Download Skripsi Ini

Peringatan !

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2010-07-01 14:23:01
Oleh : HABIBURROHMAN FAJARSYAH (NIM 13204193), S1 – Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Dalam memahami fenomena partial discharge (PD), dibutuhkan suatu perangkat yang mampu menjadi bahan rujukan guna mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi PD dan bagaimana pengaruhnya. Pada simulasi ini, faktor-faktoryang disimulasikan adalah tegangan uji, tegangan insepsi, faktor stokastik yang merepresentasikan kemunculan elektron mula, dan kapasitansi isolasi cair. Faktor seperti tegangan insepsi dan faktor stokastik akan menentukan kapan terjadinya PD sedangkan faktor tegangan uji dan kapasitansi akan menentukan amplitud muatan yang muncul. Akan tetapi, secara tidak langsung kapasitansi dipengaruhi oleh tegangan insepsi dan faktor stokastik dipengaruhi tegangan uji dan tegangan insepsi.

Download Skripsi Ini

Peringatan !

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2010-07-06 13:52:03
Oleh : SIGIT ARYO PAMBUDI (NIM 13205086), S1 – Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk melakukan perancangan dan implementasi sistem pergerakan lima derajat kebebasan pada platform 3D scanner. Metodologi penelitian adalah penentuan topik tugas akhir, studi literatur, penentuan spesifikasi sistem, perancangan sistem, implementasi sistem, dan pengujian beserta analisis performansi. Ruang lingkup tugas akhir ini adalah studi teknologi 3D scanner yang ada; studi algoritma kendali; studi kalibrasi posisi pada platform; studi format protokol komunikasi; serta penggabungan dan implementasi semuanya ke dalam platform 3D scanner.

Download Skripsi Ini

Peringatan !

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2010-07-15 14:51:07
Oleh : RIKO ISWARA (NIM: 13204044), S1 – Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Inverter multilevel menjanjikan performa yang baik pada aplikasi kompensator daya reaktif dibandingkan dengan teknologi konvensional Kompensator daya reaktif dengan topologi inverter yang diusulkan memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan topologi yang sudah dikembangkan. Pada penelitian ini akan di bahas tentang teknik kendali topologi inverter multilevel yang diajukan sebagai kompensator daya reaktif berdasarkan model dinamis. Teknik kendali yang diusulkan akan disimulasikan dengan sofware dengan rating daya reaktif sebesar 10 MVAR dan dipasang pada sistem distribusi 20 kV. Hasil simulasi menunjukkan bahwa teknik kendali yang diusulkan beroperasi dengan baik dan memiliki keunggulan di bandingkan teknik kendali kompensator daya raktif yang lainya.

Download  Skripsi Ini

Peringatan !

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2010-07-15 09:06:10
Oleh : BAGUS KUNCORO DARMAJI (NIM 13202042), S1 – Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 1 file

Sambaran petir pada saluran transmisi dapat menimbulkan flashover pada isolator yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi listrik dan berakibat pada terganggunya kestabilan pasokan listrik. Oleh karena itu perlu dilakukan penghitungan dan analisa mengenai performa saluran transmisi terhadap sambaran petir. Pada tugas akhir ini dilakukan penghitungan dan simulasi performa saluran transmisi 70kV Sumadra-Pamengpeuk dengan menggunakan perangkat lunak TFLASH dengan menggunakan data lapangan yang ada. Hasil yang diperoleh kemudian akan di analisis untuk pemilihan metode perbaikan performa saluran transmisi selanjutnya.

Download Paper Ini

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2010-07-22 09:17:00
Oleh : HIFNI ASHIF (NIM 13205052), S1 – Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Pasar tenaga listrik adalah tempat terjadinya transaksi tenaga listrik antara perusahaan pembangkit, perusahaan konsumen dan operator sistem tenaga listrik. Syarat minimum terjadinya pasar tenaga listrik adalah syarat ekonomi dan syarat keamanan sistem tenaga listrik. Terdapat tiga tipe transaksi tenaga listrik yaitu: transaksi terpusat, transaksi bilateral, dan transaksi campuran. Pada setiap transaksi tenaga listrik, terdapat tiga tipe biaya yang harus ditanggung oleh pelaku transaksi. Pertama, biaya pembangkitan, Penentuan biaya ini berdasarkan persamaan biaya pembangkit dan total daya yang diproduksi setiap pembangkit. Kedua, biaya sewa saluran transmisi, biaya ini ditanggung bersama oleh perusahaan pembangkit dan konsumen. Alokasi biaya ini berdasarkan kontribusi setiap pembangkit dan beban pada daya yang mengalir setiap saluran transmisi. Ketiga, biaya pelayanan tambahan, biaya ini ditanggung oleh pembangkit dan beban atas kompensasi adanya susut daya di saluran dan kompensasi untuk menjaga kualitas tegangan dari sistem tenaga listrik. Konsumen menanggung biaya susut daya di saluran berdasarkan kontribusi setiap beban terhadap total susut daya di saluran. Biaya untuk menjaga/perbaikan kualitas tegangan bus ditentukan berdasarkan tambahan produksi daya reaktif pada setiap pembangkit. Metode penelusuran aliran daya yang dikombinasikan dengan prinsip pembagi proporsional digunakan untuk menentukan asal dan tujuan dari daya yang mengalir di setiap saluran transmisi. Metode ini digunakan karena sederhana dan perhitungannya berdasarkan data aliran daya sebenarnya pada saluran transmisi.

Download Skripsi Ini

Peringatan !

free hosting